Suara Merdeka, 11 Juli 2011
SEBAGAI pusat peredaran planet-planet di tata surya, matahari merupakan
sumber energi bagi makhluk di bumi. Energi itu dihasilkan dari reaksi
termonuklir untuk mengubah hidrogen menjadi helium yang terjadi di perut
matahari. Suhu di bagian pusat matahari yang terdiri dari gas
berkerapatan 100 kali kerapatan air di bumi itu, mencapai 15 juta
derajat Celsius.
Di dalam perut matahari terjadi rotasi dan aliran massa atau konveksi
yang memengaruhi gaya magnetnya. Pada aktivitas tinggi, gaya magnet ini
bisa terpelintir atau berpusar hingga menembus permukaan matahari
membentuk ”kaki-kaki”, yang tampak bagai bintik hitam.